Kenapa alamat email ‘no-reply’ buruk untuk bisnis?

Komunikasi langsung dengan pelanggan sangat penting dewasa ini. Kami berpendapat bahwa alamat email ‘no-reply’ sangat buruk untuk bisnis atau dengan kata lain menunjukan User Experience yang kurang baik dengan pelanggan. Kesan pertama yang di tangkap dalam ‘no-reply’ email adalah anda tidak mau berkomunikasi dengan pelanggan.

Sekarang sudah tahun 2012 respon dari mesin penjawab otomatis sudah gak keren lagi beda dengan trend beberapa tahun yang lalu dimana hal ini jamak dilakukan. Sekarang dan mungkin masih relevant sampai beberapa tahun kedepan adalah jamannya ‘the power of mouth’.  Pendekatan dengan memposisikan perusahaan sebagai pribadi yang kemudian melakukan percakapan dengan pelanggan adalah cara yang efektif untuk memuaskan pelanggan.

Saat ini Twitter, Facebook, forum dan blog adalah media yang  banyak di gunakan oleh brand / perusahaan untuk berdiskusi dengan pelanggannya. Sebelum trend ‘social media’ ini meledak kita terbiasa berkomunikasi dengan email, percakapan yang dulu sering terjadi mungkin begini “Terima Kasih pelanggan sudah menghubungi kami, Customer Service, John Noreply”.

Setiap harinya kami hampir mendapatkan puluhan email tentang Newsletter, Email Marketing, App notification dan Welcome email pada suatu layanan. Beberapa perusahaan dan brand besar masih menggunakan kebiasaan jelek dengan menggunakan alamat email ‘no-reply@namadomain.com’. Banyak Peusahaan yang seolah tidak memberikan kesempatan interaksi ke banyak pelanggannya. Ada sebagian kecil perusahaan atau brand yang sudah mengerti tentang pentingnya ‘engagement’ dengan pelanggan dan tidak menggunakan alamat email ‘no-reply’ lagi. Kami respek dan mengapresiasi hal-hal sekecil itu :) .

Coba bayangkan saat anda meminta penawaran dari suatu perusahaan/brand katakanlah perusahaan penyedia kitchen set. Saat anda mengeklik submit button dan kemudian anda check email kemudian dapat email dengan alamat ‘no-reply@namadomain.com’ sedikit banyak ini mengurangi antusiasme anda kedepannya. Mungkin anda bertanya, apakah email saya akan di baca dalam waktu dekat atau tidak, atau malah di abaikan. Beda misalnya saat anda meminta penawaran kemudian alamat email yang masuk ke inbox anda dengan alamat email ‘john@namadomain.com’ anda akan merasa lebih di perhatikan dan mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Alamat email dengan nama sales yang bersangkutan misalnya akan membuat pelanggan lebih nyaman, karena pelanggan merasa bisa berinteraksi langsung dengan sales tersebut.

Jadi kesimpulannya mari dengarkan respon dari pelanggan untuk setiap pelayanan yang anda berikan. Selain bisa mempererat hubungan antara perusahaan dan pelanggan bisa juga memberikan rasa nyaman dan puas. Apalagi sekarang jamannya word of mouth, jika pelayanan anda bagus pelanggan tidak ragu untuk memberitahukan teman-teman yang lain melalui ‘social networking’. Tapi sebaliknya jika pelayanan anda buruk yang tersebar adalah ‘keburukannya’, sekarang semuanya balik kepada anda memilih cara yang mana dalam melayani pelanggan.

Comments are closed.